Kamis, 29 Desember 2011

MATAHARI

Matahari seagai pusat tata surya bukanlah bintang yang besar, juga bukan bintang yang sangat panas. Karena matahari hanya mempunyai suhu permukaan 6000℃ sehingga jauh sekali jika dibandingkan dengan bintang yang paling panas dengan suhu permukaan 25 juta℃. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan kita karena mempumyai jarak rata-rata, dari bumi 150 juta KM atau 1 SA (Satuan Astronomi).matahari merupakan bola gas raksasa yang mempunyai lapisan-lapisan sebagai berikut:
a. Inti matahari
Mempunyai suhu 14 juta℃. Inti matahari adalah tempat terjadingan reaksi nuklir yang menghasilkan energi sangat besar yang dipancarkan matahari setiap saat.
b. Fotosfer
Lapisan matahari sesudah inti matahari dengan suhu 6000℃ dengan ketebalan 300 KM merupakan bagian matahari yang dapat dilihat.
c. Kromosfer
Merupakan lapisan matahari setelah fotosfer dengan ketebalan 2000 KM dan suhunya 4500℃.
d. Korona
Merupakan atmosfer matahari yang bersuhu 1 juta℃ dan ketebalan 700.000 KM.

Selasa, 20 Desember 2011

Ginjal

Ginjal merupakan alatekskresi yang utama. Ginjal berbentuk menyerupai bentuk biji kacang buncis, berwarna merah kecoklatan. Di dalam tubuh manusia terdapat sepasang ginjal yang terletak didekat tulang- tulang pinggang
Gangguan pada gingal
Fungsi ginjal dapat terganggu karena infeksi bakteri, radang, batu ginjal, dan sebagainya. Jika salah satu ginjal tidak berfungsi atau mengalami gangguan, maka ginjal yang satunya lagi akan mengambil alih tugas ginjal pertama. Namun ginjal bisa rusak dua-duanya dan ini akan berakibat sangat fatal karena urea akan tertimbun dalam tubuh dan menyababkan kematian. Berikut ini adalah kelainan dan penyakit pada ginjal.

a.       Batu ginjal
Batu ginjal terjai karena adanya endapan garam kalsium dalam ginjal sehingga menghambat keluarnya urine dan menimbulkan nyeri. Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar leser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar leser untuk menghancurkan endapan garam kalsium.

b.      Radang ginjal (nefritis)
Radang ginjal disebut nefritis. Radang ginjal terjadi karena adanya kerusakan nefron, khususnya glomelurus yang disebabkan oleh infeksi baktri. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki. Penderita nefritis dapat disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.

c.       Gagal ginjal
Gagal ginjal terjadi bila salah satu ginjal tidak berfungsi. Kegagalan salah satu ginjal ini akan akan diambil alih tugasnya oleh ginjal lain. Namun, keadaan ini akan tetap menimbulkan resiko sangat tinggi. Mengapa demikian? Karena menyebabkan penimbunan urea dalam tubuh dan kematian. Penyakit ini dapat diatasi dengan cangkok ginjal atau menggunakan ginjal tiruan sampai ginjal yang asli dapat kembali berfungsi.

Senin, 12 Desember 2011

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Adanya gejolak panas terjadi suatu peningkatan tekanan darah baik sistole maupun diastole. Diketahui bahwa 2/3 penderita hipertensi esential primer adalah wanita antara 45-70 tahun yang diketahui permulaan peningkatan tensi paling banyak terjadi salama masa klimakterium. Peningkatan tekanan darah pada usia klimakterium terjadi secara bertahap, kemudian menetap dan lebih tinggi dari tensi sebelumnya. 

Adipositas (penimbunan lemak)

Penyebaran lemak ditemukan pada tungkai atas, pinggul, perut bawah dan lengan atas.
Ditemukan 29 % wanita klimakterium memperlihatkan kenaikkan berat badan yang sedikit dan 20 % kenaikkan yang menyolok. Diduga ada hubungan dengan turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar metabolisme lemak. 

Tetap Bugar Walau Menopause

Setiap wanita tidak terhindar dari menopause. Ketika saat itu tiba, seorang wanita akan mengalami perubahan, baik secara psikologis maupun biologis. Fungsi tubuh mulai mengalami penurunan. Menopause identik dengan sosok wanita yang tua, keriput hingga berpenyakit.
Hal tersebut tidaklah sepenuhnya salah. Menurut dokter Indrawati Dardiri SpOG, sekitar 70 persen wanita pra dan pasca menopause mengalami keluhan vasomotorik, depresif, serta keluhan psikis. ''Keluhan tersebut semakin jarang ditemukan dengan meningkatnya usia,'' katanya.
Penggunaan kata menopause untuk menggambarkan wanita yang sudah tidak lagi datang bulan sesungguhnya kurang tepat. ''Menopause hanya merupakan kejadian sesaat, yakni perdarahan haid terakhir,'' jelas spesialis kandungan dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta ini.
Istilah yang tepat adalah klimakterik. Klimakterik adalah fase peralihan antara pra-menopause dan pasca-menopause, yakni bila telah mengalami menopause selama 12 bulan sampai menuju senium. Senium adalah pasca-menopause yang bersifat lanjut, setelah usia 65 tahun.
Pada wanita usia 45-54 tahun sering didapati keluhan klimakterik. Semisal gejolak panas, jantung berdebar, gangguan tidur, hingga depresi. ''Juga mudah tersinggung, gelisah, cepat lelah, sulit konsentrasi, kurang tenaga, dan sakit kepala,'' kata Indra.
Sedangkan pada wanita pasca-menopause, lanjutnya, sering dijumpai kelainan pada kulit. Seperti kulit menipis, keriput, gatal-gatal, kulit rapuh, mulut kering, dan lidah seperti terbakar. Keluhan lainnya berupa mata kering. ''Ada juga keluhan urogenital''. Indra mencontohkan seperti nyeri senggama, vagina kering, keputihan, atau perdarahan pasca-senggama. Bisa juga infeksi saluran kemih berulang, dan gatal pada vagina. Gangguan lain berupa gangguan metabolisme seperti naiknya kadar kolesterol.
Keluhan yang juga sering muncul adalah semburan panas, mulai dari daerah dada, menjalar ke leher sampai kepala sehingga kulit di daerah tersebut terlihat kemerahan. ''Semburan panas ini akan diikuti sakit kepala, perasaan kurang nyaman, dan peningkatan frekuensi nadi,'' lanjutnya. Indra menjelaskan, keluhan vasomotorik di atas muncul pertama kali pada malam hari atau menjelang pagi. Tapi lama-lama, dirasakan juga pada siang hari. ''Keluhan ini akan makin berat pada keadaan stres, mengonsumsi alkohol, kopi, dan makan minum yang panas,'' tambah dia.
Keluhan yang juga sering muncul adalah keluhan pada tulang. Menurut Indra, 35 persen wanita pasca-menopause menderita osteoporosis dan 50 persen osteopenia. Kerap terjadi patah tulang di bagian tulang belakang, pergelangan tangan, dan tulang pinggul.
Estrogen
Biasanya, cukup banyak masalah kesehatan yang dikeluhkan wanita menopause. Masalah kesehatan muncul karena menurunnya produksi hormon estrogen. Ini mengakibatkan pengeluaran beta-endorphin berkurang, sehingga ambang sakit pun berkurang. Sering pula muncul keluhan nyeri tulang dan otot seperti sakit di pinggang atau nyeri di daerah kemaluan.

Kekurangan estrogen juga mengganggu fungsi sel-sel syaraf dan mengurangi aliran darah ke otak. Ini mengakibatkan sulit konsentrasi, cepat marah, dan pelupa. Estrogen juga memiliki efek terhadap kualitas tidur. Tak heran kalau gangguan tidur adalah keluhan lain yang sering muncul. Indra mengatakan, kekurangan hormon estrogen juga menyebabkan berkurangnya cairan vagina dan aliran darah ke vagina. Sel-sel epitel vagina pun menjadi tipis dan mudah cedera. Akibatnya, banyak wanita yang mengeluh sakit saat bersenggama sehingga enggan melakukannya.
Bersahabat
Berbagai keluhan tadi membuat banyak wanita takut menghadapi menopause. Ketakutan ini wajar. Tapi menjadi tua adalah satu hal yang tidak bisa kita hindari. Dalam hal ini, yang paling penting adalah bagaimana menjaga kesehatan agar tetap bugar walau menopause datang.

''Jangan melawan alam, tapi bersahabatlah,'' begitu nasihat dokter Gerry Heryati SpRM MARS. Menurut spesialis rehabilitasi medik dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading ini, resep antitua yang mujarab adalah dengan hidup sehat. Salah satunya, dengan cara berolahraga rutin. Menurut Gerry, otot adalah mesin tubuh. Ukuran dan kekuatan otot akan berkurang seiring dengan proses penuaan sehingga kekuatan berkurang dan muncul masalah kemunduran.
Jika kita tidak melatih otot dengan benar, kita akan kehilangan 2-3 kilogram jaringan otot setiap 10 tahun kehidupan dewasa. ''Dengan berkurangnya massa otot, metabolisme akan turun lima persen setiap 10 tahun,'' ujar Gerry.
Metabolisme lambat bisa menimbulkan penimbunan lemak tubuh. Ini dapat dihindari dengan melakukan latihan penguatan secara teratur. ''Anda dapat mengganti sejumlah otot yang berkurang, dalam waktu singkat pada usia berapa pun, melalui program latihan sederhana,'' tegas Gerry.
Faktor seks pun sebaiknya tidak dilupakan. Banyak yang enggan untuk berhubungan intim karena sakit. Sementara steroid seks berperan terhadap fungsi susunan syaraf pusat. Menurut Indra, pada keadaan estrogen rendah sekali pun, wanita bisa mengalami orgasme. Jadi, walau telah menopause, disarankan tetap melakukan aktivitas seksual dengan suami secara teratur. Dengan melakukan seks secara teratur, elastisitas vagina dapat dipertahankan. ''Nyeri senggama justru akan bertambah buruk jika hubungan seks makin jarang dilakukan,'' demikian Indra.
Tips bugar
Agar tetap bugar, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh wanita menopause. Berikut tips bugar dari dokter Gerry Heryati.

* Olahraga yang tepat
- Sebelum menjalani latihan, lakukan pemanasan. Dengan demikian tubuh akan siap secara bertahap dan cedera terhindari. Pemanasan dapat dilakukan dengan berjalan santai 5-10 menit.
- Lakukan juga peregangan setelah pemanasan, untuk menambah kelenturan. Dengan demikian, olahraga yang dilakukan akan terasa nyaman dan menyenangkan. Jangan melakukan peregangan pada otot dingin, karena bisa menimbulkan cedera.
- Selesai olahraga, lakukan pendinginan dengan berjalan santai selama lima menit dan peregangan.

* Takaran latihan
- Untuk pemula, lakukan latihan olahraga secara teratur tiga kali seminggu, 20-60 menit. Selanjutnya, frekuensi latihan dilakukan 4-5 kali seminggu.
- Sebaiknya berlatih hingga mencapai denyut nadi 70-80 persen dari Denyut Nadi Maksimal(DNM). Ini merupakan sasaran latihan. DNM adalah 220 dikurangi umur Anda dalam tahun.
- Agar terdapat pengaruh baik pada jantung dan peredaran darah, sebaiknya berlatih sampai sasaran latihan denyut nadi selama 20-45 menit.

* Kuatkan tulang
- Daerah pengeroposan tulang yang dapat dicegah sejak dini adalah lengan bawah, punggung, dan paha atas. Semua latihan yang melibatkan bagian itu akan menguatkan tulang penyangga di daerah tersebut.
- Jangan lewatkan tulang pergelangan tangan karena bagian ini juga mudah keropos.
- Olahraga dengan pembebanan atau latihan yang memberi kesempatan tulang untuk menahan beban tubuh, baik untuk menguatkan tulang. Olahraga yang cocok adalah jalan kaki cepat, senam aerobik, joging hingga latihan beban.

Minggu, 11 Desember 2011

Liputan6.com, New York: Tracey dan Vic Dones, warga New York, Amerika Serikat, sedang menanti kehadiran anak mereka. Berbagai persiapan mereka lakukan untuk menyambut si bayi. Tracey juga mengikuti anjuran tentang pantangan yang harus dipatuhi selama hamil.

Dari berbagai majalah tentang kehamilan, Tracey dan Vic mendapat gagasan berani, yaitu menyimpan tali pusar bayi mereka. Hal ini dimaksudkan untuk mengamankan darah yang tertinggal di tali pusar dan plasenta setelah bayi dilahirkan. Selama ini, darah itu diyakini bisa menyembuhkan 70 jenis penyakit yang berlainan, termasuk leukimia dan lymphomas.

Di masa lampau, tali pusar dibuang begitu saja. Namun, belakangan lebih dari 300.000 keluarga menyimpan darah tali pusar mereka. Ini dilakukan agar kelak bila si bayi mengidap suatu penyakit, sel-sel yang terdapat pada darah tali pusat itu lah yang akan memerangi penyakit. Hal ini diungkapkan para ilmuwan setempat.

Namun, harapan itu bukannya tanpa biaya. Untuk menyimpan darah tali pusar, rata-rata bank meminta uang muka sebesar US$ 1.500 hingga US$ 2.000 dolar. Selain itu, biaya perawatan per tahun diperlukan dana US$ 150 hingga U$ 200.

Bayi keluarga Dones akhirnya lahir tanpa kelainan dan diberi nama Anthony. Namun, pada usia 4 bulan fisik Anthony terlalu kecil hingga tidak bisa mengangkat kepala. Tak hanya itu, dia muntah terus-menerus. Dokter menyatakan Anthony menunjukkan gejala osteopetrosis.

Osteopetrosis anak-anak adalah kondisi di mana tulang anak tumbuh lebih tebal dan semakin tebal hingga akhirnya merusak syaraf optik, menyebabkan kerusakan otak, menekan organ-organ, dan dapat mengakibatkan kematian. Satu-satunya pengobatan untuk Anthony adalah mencangkokkan sel dalam sumsum tulang atau darah tali pusat, meski kemungkinan kesembuhan Anthony kecil.

Namun, peluang seorang bayi bisa disembuhkan dengan darah tali pusar sendiri hanya 1 berbanding 100.000. Di bank terbesar di California, AS, hanya 37 dari 100.000 keluarga yang sudah menyimpan darah tali pusat bayinya benar-benar memanfaatkannya untuk transplantasi. Jadi, selain mahal sangat kecil peluang untuk memanfaatkan darah tali pusat bayi.(DNP/Rcm)

Ibu Hamil Boleh Puasa, Asal...

PASURUAN - Sering terdengar pertanyaan seputar puasa bagi ibu hamil. Apakah ibu hamil diperbolehkan berpuasa? Lantas dari sisi medis, apakah tidak berpengaruh buruk terhadap ibu maupun janin? Dan bila diperbolehkan, bagaimana tips agar ibu hamil dan bayi yang dikandungnya tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa?

Menurut Dr Yahya Irwanto, SpOG (Spesialis kandungan atau Obatetri dan Ginekologi, Red), seorang wanita hamil secara medis diperbolehkan puasa, dengan syarat ibu dan janin dalam keadaan sehat dan asupan gizi serta kalori yang dapat dipenuhi keduanya. Asupan gizi yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Lebih lanjut dokter yang berpraktek di RSI Masyitoh Bangil ini menilai asupan gizi dan kalori harus tetap diusahakan sang ibu sama dengan kondisi tidak berpuasa. Yakni, dengan komposisi 50 persen karbohidrat (nasi, roti), 30 persen protein (daging, telur, tempe dan seterusnya), serta 10-20 persen lemak. Hanya saja waktu makan berubah, yaitu makan sahur sebagai pengganti sarapan, buka puasa sebagai pengganti makan siang serta makan setelah salat taraweh sebagai pengganti makan malam.

Dokter yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini menambahkan, selama puasa asupan vitamin dan mineral terutama asam folat, zat besi dan kalsium harus tetap terpenuhi sang ibu. Dimana zat-zat tersebut diperlukan untuk pertumbuhan sel saraf, sel darah merah dan tulang dari janin. Untuk itu ibu harus tetap minum vitamin dan mineral yang diberikan dokter selama kehamilan. Konsumsi vitamin bisa diberikan setelah berbuka puasa atau makan sahur.

Hanya saja, tambahnya, kondisi kejiwaan seorang ibu bervariasi. Dan ini sangat berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya. Seorang ibu yang mengalami stres akan berpengaruh terhadap karakter dan kondisi kejiwaan pada anak. Seperti anak menjadi hiperaktif dan mengalami gangguan konsentrasi. Pada saat berpuasa, kondisi kejiwaan ibu akan lebih tenang, jika disertai dengan menjalankan ibadah sunnah yang lain. Dan ini punya pengaaruh positif terhadap perkembangan si janin.

Apakah semua ibu hamil boleh berpuasa, dokter Yahya menampik hal itu. Menurutnya, pada keadaan tertentu wanita hamil tidak boleh berpuasa atau membatalkan puasanya, karena alasan medis. Misalnya, ibu hamil muda dengan morning sickness atau mual-muntah saat hamil. Lalu, ibu hamil dengan komplikasi atau kehamilannya bermasalah, seperti ibu hamil dengan darah tinggi, kencing manis, gangguan pencernaan, liver, ginjal dan sebagainya.

"Untuk itu ada baiknya ibu hamil yang akan berpuasa berkonsultasi lebih dulu ke dokter. Ini untuk mengetahui apakah ada masalah pada kehamilanya," ujar dokter Yahya kemarin.

Selain itu, ibu hamil yang sedang berpuasa juga tidak boleh terlalu memaksakan diri. Apabila berpuasa dirasakan berat baik secara fisik maupun kejiwaan, maka sebaiknya segera membatalkan puasanya.

"Ibu hamil harus waspada dengan isyarat dari tubuhnya. Bila merasa sangat kelelahan, pusing, gemetar, mual, dan demam, maka itu merupakan tanda dari rendahnya kadar gula dalam darah (hipoglikemia). Termasuk apabila asupan kalori yang diperlukan selama kehamilan tidak mencukupi, maka demi kepentingan yang terbaik bagi ibu maupun janin sebaiknya berhenti berpuasa. Jangan memaksakan diri untuk berpuasa yang akan berakibat terganggunya perkembangan si janin," sarannya. (day)






Peneliti           Dra. Flourisa Julian Sudrajat, M.Kes           

Lembaga         Puslitbang KB-KR, BKKBN
Tahun  2003   

TUJUAN
Tujuan utama survei ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang gambaran karakteristik dan perumahan rumah tangga sampel, pengetahuan dan perilaku kesehatan ibu pada masa hamil, melahirkan dan masa nifas, kesehatan bayi baru lahir, tentang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi wanita kawin usia 15-49 tahun. Selain itu, survei ini memberikan gambaran tentang partisipasi pria dalam mendukung kesehatan ibu pada masa hamil, persalinan, dan keluarga berencana .
Survei ini diselenggarakan sebagai hasil kerjasama antara BKKBN dengan BPS (Badan Pusat Statistik) dan Depkes, dengan bantuan tehnis yang diberikan oleh ORC Macro, melalui program Demographic Health Survey. Survei ini dirancang untuk memberikan estimasi 10 kabupaten SM-PFA di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dicakup dalam Safemotherhood Project., yaitu Cilacap, Rembang, Jepara, Pemalang, Brebes, Trenggalek, Jombang, Ngawi, Sampang, dan Pamekasan. Pemilihan sampel dilakukan secara sistematik, yang pengumpulan datanya dilaksanakan pada bulan September 2002 s/d April tahun 2003.

METODOLOGI
Hasil survei ini lebih bersifat memotret kondisi 10 kabupaten SM-PFA dalam 5 tahun sebelum survei (mulai tahun 1997 sampai dengan tahun 2002), dan tidak dapat membandingkan dengan keadaan sebelumnya karena tidak tersedianya data dasar yang dapat dibandingkan. Dengan demikian analisis yang dapat dilakukan dari temuan-temuan survei ini untuk beberapa hal adalah dengan membandingkan hasil SDKI 2002-2003 di propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

HASIL
Beberapa temuan penting dari survei SM-PFA tentang Kesehatan Ibu: Pendekatan Kemitraan dan Keluarga Tahun 2002 digambarkan sebagai berikut:

1. Karakteristik Latar Belakang Rumah Tangga dan Responden:

Karakteristik umum rumah tangga dan penduduk sampel terpilih antara lain mencakup umur, jenis kelamin, daerah tempat tinggal, pendidikan dan fasilitas perumahan tidak hanya berguna untuk mengetahui kondisi umum penduduk sampel, melainkan dapat digunakan untuk mengetahui kualitas data survei ini, serta mengetahui perubahan-perubahan kondisi sosial dan ekonomi penduduk di wilayah sampel.

Rata-rata jumlah anggota per rumah tangga tidak begitu berbeda antara 5 kabupaten SM-PFA di Jawa Tengah dan 5 kabupaten Jawa Timur, baik di perdesaan maupun di perkotaan yang berkisar antara 3-4 orang. Bila dilihat dari kedudukan kepala rumah tangga, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Di propinsi Jawa Tengah proporsi antara pria dan wanita yang menduduki sebagai kepala rumah tangga berimbang (masing-masing 50 persen), sementara di propinsi Jawa Timur, wanita sedikit lebih tinggi menduduki kepala rumah tangga (51 persen berbanding dan 49 persen ). Sebagian besar penduduk sampel di kedua propinsi ini berada di perdesaan, yaitu 76 persen di propinsi di Jawa Timur dan 61 persen di Jawa Tengah.

Bila dilihat menurut kondisi perumahan, hampir semua rumah tangga (lebih 90 persen) di perkotaan maupun di perdesaan telah menikmati listrik, namun di Jawa Timur sedikit berbeda, dimana di perdesaan lebih rendah. Sumber air minum yang utama digunakan rumah tangga, terlihat separuhnya menggunakan air dari sumur terlindung. Kurang dari 10 persen rumah tangga yang menggunakan ledeng sebagai sumber air minim. Sebagian besar rumah tangga terutama di perkotaan telah menggunakan kakus dengan ‘septic tank’ sebagai sanitasi mereka. Masih terdapat diantaranya menggunakan sungai dan cubluk untuk jamban mereka. Kondisi lantai bangunan rumah, hampir sepertiganya berlantai tanah. Pola ini tidak jauh berbeda antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Secara keseluruhan terlihat menurut karakteristik latar belakang responden dari wanita pernah kawin (15-49 tahun) memiliki proporsi yang hampir merata untuk setiap kelompok umur, kecuali kelompok umur muda (15-19 tahun). Sebagian besar ibu (39 persen) berpendidikan tamat SD, 22 persen berpendidikan SLTP+ dan 17 persen ibu tidak sekolah. Sebagian besar (70 persen) ibu memiliki anak 1-2 orang, 14 persen memiliki anak lebih dari 5 orang Sebagian besar responden di 10 kabupaten ini berpendidikan tamat SD, ibu dengan pendidikan tinggi (SLTP+) terbanyak ditemukan di kabupaten Jombang dan paling sedikit ditemukan di kabupaten Sampang dan Pamekasan. Sebaliknya di kedua kabupaten ini proporsi wanita yang tidak bersekolah paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten lainnya.

2. Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Ibu pada masa Hamil

Dari seluruh ibu atau wanita pernah kawin yang diwawancarai pada survei ini me-nunjukkan bahwa lebih dari 45 persen tidak tahu jenis komplikasi kehamilan.

Jika dibandingkan dengan hasil SDKI Jateng maupun SDKI Jatim, hasil survei masing-masing di 5 kabupaten Jateng dan Jatim tidak jauh berbeda, meskipun untuk Jateng hasil SM-FA sedikit lebih rendah, yaitu 95,8 persen dan 96,7 persen.
Pemeriksaan kesehatan ibu pada masa hamil oleh tenaga kesehatan dari anak terakhir yang pernah dilahirkan dalam 5 tahun sebelum survei sudah mencapai lebih dari 90 persen, kecuali ibu-ibu di Sampang dan Pamekasan, masih kurang 90 persen. Sementara cakupan ANC sebagaimana yang tercantum dalam PROPENAS diharapkan menjadi 90 persen pada tahun 2004..

Penggunaan fasilitas pelayanan untuk pemeriksaan kesehatan selama kehamilan, ditemukan lebih dari 83 persen wanita memeriksakan kesehatan selama kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah ataupun swasta. Angka ini masih lebih rendah dari target cakupan ANC yang ditetapkan oleh PROPENAS yang diharapkan menjadi 90 persen pada tahun 2004. Pemanfaatan fasilitas kesehatan sebagai tempat pemeriksaan kehamilan terendah dijumpai di kabupaten Sampang (78 persen) dan Cilacap (86 persen), sedangkan yang tertinggi di Jombang (96 persen).

Pemerintah menetapkan, bahwa pelayanan antenatal yang tidak memenuhi standar minimal ‘5T’ (mengukur tinggi badan dan berat badan, tekanan darah, tinggi fundus, imunisasi Tetanus Toxoid, dan pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet) belum dapat dianggap sebagai pelayanan antenatal. Data dari survei ini menunjukkan, baru sekitar 22 persen ibu yang melahirkan anak terakhir dalam 5 tahun sebelum survei menerima jenis pemeriksaan sesuai 5 T.

Benarkah kaum pria penyebar utama HIV/AIDS

SECARA teoritis, dari sudut biologi-anatomis, maupun sosial budaya, wanita akan lebih mudah terinfeksi HIV+ dibanding pria. Namun dari kenyataan yang ada, pengidap HIV maupun penderita AIDS, lebih banyak diderita pria ketimbang wanita.
Tanpa menyebut angka, dr Toha Muhaimin dari Yayasan Pelita Ilmu, mengemukakan untuk HIV+ pria dua kali lipat dibanding wanita, sementara untuk AIDS empat kali lipat jumlahnya.
Berbicara pada seminar mengenai peranan kaum pria dalam penanggulangan HIV/AIDS, staf pengajar FKM UI Depok ini mengemukakan, simbol �kejantanan� justru sering menjadi penyebab kematian kaum pria, bahkan dalam usia muda. Misalnya antara lain karena penggunaan narkoba dan kekerasan. Hubungan seks berusia muda jauh lebih banyak dilakukan kaum pria. Hubungan seks dan narkoba ini akan lebih mengakibatkan pria berisiko tinggi untuk terinfeksi HIV.
Di sisi lain mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan kepala BKKBN Khofifah Indar Parawansa mengemukakan kaum pria memang cenderung mempunyai prilaku berisiko pada penularan penyakit, termasuk infeksi �Human Immunodeficiency Virus�HIV�HIV/AIDS� yang berkaitan dengan pekerjaan yang mengharuskan mereka bepergian jauh dari keluarga.
Kaum perempuan di lain pihak, secara khusus berisiko terkena HIV karena mereka sering tidak memiliki kendali seperti yang dimiliki kaum pria. Kaum wanita tidak bisa menentukan kapan, di mana, dan bagaimana hubungan seks terjadi.
Khofifah, mengemukakan, banyak kalangan pria mungkin tidak berprilaku berisiko, tetapi tanpa pria, HIV hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk menyebar.
Menurut data, di dunia diperkirakan lebih dari 70% (di Indonesia sekitar 63%�Red) infeksi HIV terjadi melalui hubungan seks antara pria dan wanita, sebanyak 10% terjadi hubungan antarpria, dan lebih dari 5,0% infeksi HIV terjadi karena pemakaian jarum suntik. Dan empat per lima pengguna narkoba suntikan itu kaum pria.
Hampir 80% wanita dengan HIV/AIDS hanya berhubungan seks dengan satu pria, yakni suaminya. Untuk mereka desakan agar tetap setia jelas sia-sia kalau pria suaminya sebagian di antara mereka mempunyai prilaku seksual berganti-ganti pasangan.
Dengan demikian jelas, pria yang sering melakukan hubungan seks bebas, menempatkan mereka pada posisi risiko terkena HIV/AIDS.
Untuk itu, diharapkan kaum pria mampu menjaga kesehatannya secara mandiri, dan selakigus menjauhi perilaku seks bebas. Termasuk menggunakan kondom bila �ketemu� dengan istrinya. Karena usaha individu merupakan cara cukup signifikan.
Perlu diketahui, penularan HIV/AIDS bukan semata-mata karena hubungan seksual. Jarum suntik para pecandu narkoba yang dipakai bergantian juga sangat potensial untuk menularkan penyakit yang belum ada obatnya tersebut, karena para pecandu tersebut juga berpotensi untuk melakukan hubungan seks bebas.
Di sisi lain, dai Faisal M Ali Nurdin MA mengatakan, dari berbagai penelitian maupun temuan di lapangan, kaum pria sangat berperan pada kian meruyaknya wabah HIV yang kemudian berkembang menjadi AIDS. Hal ini terjadi lewat homoseksual, perbuatan berganti-ganti pasangan, dan penggunaan alat suntuk narkoba.
Mengutip penelitian yang dilakukan K Hein, staf pengajar ada Institut Al-Ghuroba ini, mengemukakan, selama masa remaja rasio yang menderita AIDS antara pria dan wanita berbanding 7:1. Sedangkan pada masa dewasa 12:1. Banyak remaja yang teribat hubungan seksual dengan pasangan orang dewasa yang telah banyak pengalaman seksualnya (promiskuitasnya).
Menjawab pertanyaan peserta seminar, Ali Nurdin dengan tegas mengatakan sebaiknya istri tidak total 100% mencintai suaminya. �Sebaiknya sebagai istri menolak keras untuk berhubungan seks bila tahu suaminya menderita AIDS. Itu tidak berdosa, tidak laknat. Yang laknat justru suami yang akan merusak generasi mendatang itu dengan menularkan HIV/AIDS lewat istrinya,� kata Ali Nurdin.(miol)

Kamis, 01 Desember 2011

biodata smash

Biodata Smash -hai teman-teman tentang postingan mengenai Smash. Kali ini aku ingin berbagi biodata Smash kepada kamu semuanya. Adapun profil Smash akan dipublikasikan disini adalah merupakan biodata lengkap dari masing-masing personil Smash. Seperti teman ketahui bahwa personel Smash itu terjadi dari 7 orang. Namun katanya sih, personel paling banyak mencuri perhatian fansnya adalah Morgan. Apakah benar ?

Untuk melihat secara lengkap 
biodata Smash atau bisa juga disebut sebagai profil Smash, maka berikut teman-teman bisa simak selengkapnya pada sajian dibawah ini:
Biodata Morgan Smash (Handi Morgan Winata)
Tempat Tanggal Lahir: Singkawang, 25 Mei 1990
Tinggi/berat badan: 178 cm/65 kg
Hobi: Nyanyi, renang
Agama: Katolik
Pendidikan: Kuliah di Universitas Bina Nusantara, jurusan IT

Biodata M. Ilham Fauzi E Smash
Tempat Tanggal Lahir: Kendari, 29 Agustus 1995
Tinggi/berat badan: 170cm/56 kg
Hobi: Nyanyi, Dance
Agama: Islam
Pendidikan: Sekolah di SMAN 1 Bandung

Biodata Muhammad Prasetya Smash
Tempat Tanggal Lahir: Bandung, 18 Juni 1993
Tinggi/berat badan: 170 cm/48 kg
Hobi: Dengerin musik
Agama: Islam
Pendidikan: Sekolah di SMA BPI 1 bandung

Biodata Bisma Katisma Smash
Tempat Tanggal Lahir: Bandung, 27 November 1990
Tinggi/berat badan: 169 cm/51 kg
Hobi: Berkarya
Agama: Islam
Pendidikan: Kuliah di Unikom Bandung, jurusan Desain Komunikasi Visual
Biodata Rafael Tan Smash Smash
Tempat Tanggal Lahir: Garut, 16 November 1986
Tinggi/berat badan: 178 cm/68 kg
Hobi: Jalan-jalan
Agama: Katolik
Pendidikan: Kuliah di Universitas Kristen Maranatha Bandung

Biodata Reza Anugrah Smash
Tempat Tanggal Lahir: Kendari, 21 Maret 1994
Tinggi/berat badan: 172 cm/55 kg
Hobi: Nonton DVD
Agama: Islam
Pendidikan: Sekolahdi SMAN 6 Bandung
Biodata Rangga Moela Smash
Tempat Tanggal Lahir: Voorburg, Belanda, 6 Januari 1988
Tinggi/berat badan: 170 cm/60 kg
Hobi: Jalan-jalan, nongkrong
Agama: Islam
Pendidikan: Kuliah di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, jurusan Hukum